Sunday, 11 February 2018

7 KEAJAIBAN SUNAH NABI




IKUTI 7 SUNNAH NABI SETIAP HARI
Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat dan yang sekejap untuk hidup yang panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.
Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.
Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
·         Pertama
Shalatlah Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat Tahajjud-nya.
·         Kedua
Bacalah Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
·         Ketiga
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
·         Keempat
Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.
·         Kelima
Jagalah sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
·         Keenam
Jagalah wudhu karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangi dia,ya Allah”.
·         Ketujuh
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan beristighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

.
Ada tiga do'a yang janganlah kau lupakan dalam sujudmu
1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. “Allahumma inni as'aluka husnal khotimah”
Artinya : " Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah "
2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat. “Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut”
Artinya: " Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "
3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya. Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika”
Artinya: " Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU "
Jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik maka kami doakan menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.
Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke surga
Kirim atau share link ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 orang..
*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...
Smga kita semua termasuk dlm golongan orang² yang bertaqwa,, aamiin....
*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*
Sebarkanlah... Insha Allah kita akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT
Amiin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamiin....

THANKS FOR READ.. DONT FORGET SHARE LINK...

KEMATIAN ADALAH KEPASTIAN


ADA BEBERAPA KISAH TELADAN



Sahabat sekalian, berikut ini beberapa kisah para Nabi dan sahabat yang mulia saat menyambut kematiannya. Kisah-kisah mereka penuh teladan, sarat pesan dan menjadi bahan renungan. 
1.      Kisah Ibrahim AS
Bercerita Imam Muhasabi dalam kitab “Ar-Riayah” bahwa Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim, allaihi salam:  ”Wahai kekasihku, bagaimana engkau menemukan kematianmu?” Dia berkata: Seperti tusuk besi (yang dipakai untuk membakar daging) yang diletakan di atas bulu yang basah, kemudian ditarik.” Kemudian Allah berfirman, “Sungguh (yang demikian itu) telah kami mudahkan kematian bagimu, Wahai Ibrahim.”
2.      Daud AS
Diriwayatkan bahwa malaikat maut datang untuk menjemput Nabi Daud alaihi salam.  Daud berkata: “Siapakah engkau?” Dia menjawab, “kami yang tidak takut raja dan tidak mengabaikan orang-orang kecil, kami juga tidak menerima suap”. Daud berkata: “Jika demikian, anda adalah malaikat kematian?” Dia menjawab: “Ya”, Daud balik berkata: “Kok, mendadak begini, aku tidak mendapatkan pemberitahuan (terlebih dahulu)” Malaikat berkata: “Hai Daud, di mana sahabat-mu fulan? Di mana pula si fulanah, tetanggamu?” “Mereka sudah mati”, jawab Daud. “Bukankah itu pemberitahuan padamu untuk bersiap-siap.”
3.      Musa AS
Dikisahkan bahwa Nabi Musa allaihi salam ketika jiwanya berangkat menuju Allah, Allah berfirman: “Hai Musa, Bagaimana kau menemukan kematian?” Dia menjawab, “Aku mendapati diriku seperti burung hidup yang digoreng di atas penggorengan, tidak mati sehingga aku istirahat, dan tidak bertahan hidup sehingga aku terbang”. Diriwayatkan bahwa Musa berkata: “Aku menemukan diriku sebagai seekor kambing dikuliti oleh tukang daging dalam keadaan hidup”.
4.      Isa AS
Isa putra Maryam, allaihi salam, berkata, “Wahai kaum Hawariyin, berdoalah kepada Allah agar kalian dimudahkan pada saat syakrat (maut) ini” Diriwayatkan bahwa kematian lebih berat dari tebasan pedang, gorokan gergaji dan capitan gunting.
Rasulullah saw menggambarkan kematian kepada para sahabatnya.
Diriwayatkan dari Syahr bin Husyab dia berkata, Rasulullah saw ditanya tentang beratnya kematian? Dia (saw) bersabda, “kematian yang paling ringan adalah seperti bulu wol yang tercerabut dari kulit domba. Apakah mungkin kulit dapat keluar kecuali bersama bulu-bulunya itu?”
1.      Abu Bakar As-shidiq RA
Ketika Abu Bakar radiallahu anhu menghadapi hari-hari kematiannya, dia sering membaca, “dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya” (Qur’an Surah: Qaaf 19).
Dia berpesan kepada Aisyah, puterinya: “Lihatlah kedua pakaianku ini, cucilah keduanya dan kafankan aku dengannya. Sesungguhnya mereka yang hidup lebih utama menggunakan baju baru daripada yang sudah jadi mayit.”
Di detik-detik menjelang kematiannya, ia berpesan kepada Umar dengan berkata, “Aku berpesan padamu dengan satu wasiat, sebab tak mungkin engkau mendahuluiku. Sesungguhnya Allah Maha Benar dengan tidak pernah membuat malam mendahului siang, dan siang tak pernah mendahului malam. Sesungguhnya, tidak diterima ibadah-ibadah sunah, jika yang wajib tak ditunaikan. Dan, akan diberatkan timbangan (kebaikan) di akhirat bagi mereka yang menunaikan hak-hak di dunia. Dan akan diringankan timbangan (kebaikan) seseorang di akhirat jika diikuti dengan kebatilan.
2.      Umar bin Khathab RA
Ketika Umar bin Khattab ditusuk oleh seseorang, Abdullah bin Abbas datang menjenguknya, dia berkata: “Engkau telah masuk Islam saat orang-orang (lain) masih kafir. Dan engkau selalu berjihad bersama Rasulullah SAW saat orang-orang (lain) malas. Saat Rasulullah SAW wafat dia sudah ridha denganmu”. Umar kemudian berkata, “Ulangi ucapanmu!” Maka diulang kepadanya. Dia kemudian berkata, “celakalah orang yang tertipu dengan ucapan-ucapanmu itu.”
Abdullah bin Umar, puteranya, berkata: waktu itu kepala ayahku di pangkuanku, saat sakit menjelang kematian. Ayah berkata, “letakan kepalaku di atas tanah!” Aku menjawab, “Bagaimana ayah, apakah tidak sebaiknya di atas pangkuanku saja.” “Celaka kamu, letakan di atas tanah.” Ayah setengah membentak. Kemudian, Abdullah bin Umar meletakannya di atas tanah. Umar berkata, “Celaka aku, celaka juga ibuku, jika Tuhanku tidak menyayangi aku.”
3.      Ustman bin Affan RA
Setelah ditusuk oleh orang-orang yang memberontak, hingga darah mengalir ke janggutnya, Ustman berkata, “Tidak ada Tuhan selain Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, aku memohon perlindungan-Mu, dan pertolongan-Mu atas segala persoalanku, dan aku memohon pada-Mu diberikan kesabaran atas ujian ini.”
Setelah ia akhirnya wafat, para sahabatnya membuka lemari yang terkunci. Mereka mendapatkan satu kertas yang tertulis begini: “Bismillahirrahman ar-rahim, Ustman bin Affan bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dan bahwa syurga adalah benar (adanya). Dan bahwa Allah kelak akan membangkitkan setiap yang dikubur pada hari yang tidak ada lagi keraguan padanya (kiamat). Sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Atas nama-Nya kita hidup, atas nama-Nya kita mati dan atas nama-Nya pula kita akan dibangkitan, insya-Allah.”
4.      Ali bin Abi Thalib RA
Setelah ditusuk, Ali radiallahu anhu berkata: Apa yang sudah dilakukan terhadap orang yang menusukku? Mereka menjawab, “kami telah menangkapnya”. Ali berkata, “Beri makan dan minum dia dengan makanan dan minumanku. Jika aku hidup, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Jika aku mati, maka pukulah dia sekali pukul saja, jangan kalian tambahkan sedikitpun.”
Kemudian Ali berpesan kepada Hasan, puteranya, agar memandikannya. Ali berkata, “Jangan berlebih-lebihan dalam mengkafaniku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, janganlah bermewah-mewahan dalam berkafan sebab yang demikian itu menghimpit dengan keras.”
Kemudian Ali berpesan lagi: “Bawalah aku di antara rakyat. Jangan terlalu cepat, juga terlalu lambat. Jika aku memiliki kebaikan, niscaya (dengan membawa aku ke hadapan mereka) kalian telah mensegarakan aku menuju kebaikan itu. Jika aku memiliki keburukan, kalian telah mengantarkan aku untuk bertemu dengannya sebelum aku dihisab.”


Sekian dan terimakasih semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Amiiiin...

JANGAN LUPA SHARE LINK YA.. 

SAKARATUL MAUT YANG INDAH



Ini adalah kisah sakaratul maut yang begitu berkesan dari seorang pemuda yang begitu berbakti pada orang tuanya.Yang begitu mengagumkan kita, ketika ia ingin dipanggil oleh bidadari surga menjelang kematiannya, ia pun masih meminta izin pada ibunya. Bagaimana baktinya yang luar biasa?
Sebuah kisah yang menggugah hati setiap insan beriman, tentang balasan nan indah bagi seorang anak yang berbakti kepada nibunya. Membuat iri siapa pun yang mendengarnya.
Bergetarlah hati setiap orang beriman yang menyaksikannya. Dalam salah satu khutbahnya, Syaikh Muhammad Hassan menceritakan tentang keajaiban yang dialami seorang pemuda saat detik-detik sakaratul maut menjemputnya. Tidak asing lagi bagi siapa pun yang mengenalnya bahwa ia adalah potret pemuda masa kini yang amat cinta dan berbakti kepada ibundanya.
“Di antara keajaiban yang sampai kepadaku pada Ramadhan kali ini adalah kisah tentang seorang anak muda di antara anak-anak muda kita. Sesosok pemuda yang sangat berbakti kepada ibunya terbaring di atas kasur kematian pada usia keemasannya, yang belum genap tiga puluh tahun. Dalam kegentingan akhir hayatnya itu, tatkala detik-detik sakaratul maut menjemputnya, orang-orang yang ada di sekelilingnya terheran-heran saat mendengar ia mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat menakjubkan. Sungguh, sangat menakjubkan!
“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku harus izin dulu kepada ibuku”
Masih saja pemuda tersebut mengulang-ulang kalimat yang sama. Hingga membuat mereka yang menyaksikan fenomena itu bergegas memanggil ibunya, yang sedari awal menyendiri dalam kamarnya, menangis, lantaran tak kuasa melihat sang buah hati menghadapi sakaratul maut.
Tidak lain karena sang buah hati adalah sosok suri tauladan yang amat berbakti kepada ibunya. Mereka pun mengabarkan apa yang sedang terjadi dengan anaknya.
“Lihatlah anakmu, ia terus-menerus mengucapkan kalimat-kalimat yang aneh !!“
Mendengar hal itu, sontak sang ibu yang cemas berlari menuju kamar anaknya.
Didapatinya dahi sang anak mulai mengeluarkan buliran-buliran keringat bak mutiara. Dan ini adalah sebagian di antara tanda-tanda husnul khotimah –semoga Allah Ta’ala mewafatkan kita dalam keadaan beriman. Ia dengarkan sendiri kalimat yang terus diulang-ulang oleh buah hatinya.
“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku harus izin dulu kepada ibuku”

Segera ia dekati buah hatinya. Dan Subhanallah, ia segera bertanya kepada anak kesayangannya :
“Wahai fulan, ini aku, ibumu. Wahai fulan, aku ibumu, Nak. Aku ibumu, anakku. Dengan siapa kau bicara?”
Ketika ajal yang kian dekat, di saat waktu yang demikian singkat itu, akhirnya sang pemuda shalih ini menceritakan peristiwa paling berkesan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya selama hidupnya. Ia pun menoleh kepada ibunya seraya berkata :

“Wahai ibuku, seorang gadis sangat cantik jelita, Ibu. Belum pernah aku melihat gadis secantik itu. Ia datang kemari. Sungguh aku melihatnya persis di hadapanku. Ia datang melamarku untuk dirinya, Ibu. Aku bilang kepadanya, tidak. Aku tidak bisa sampai aku minta izin dulu kepada ibuku”
Maka sang ibu pun langsung menimpali :
“Aku izinkan, anakku. Sungguh, dia adalah hurriyatun (bidadari) dari surga untukmu. Aku sudah izinkan, Nak“
Sedemikian tinggi inikah derajatmu wahai pemuda? Hingga istrimu (di surga) datang kepadamu membawa kabar gembira, sementara dirimu masih ada di dunia?

Janganlah kalian kaget. Tidak perlu kalian semua heran, karena dalam kondisi seperti ini, seorang mukmin akan diperlihatkan tempat tinggalnya di surga dan di neraka.

Ia akan melihat tempatnya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan ia akan melihat para mmalaikat-Nya. Ia benar-benar melihat malaikat dengan mata kepalanya. Ia pun akan mendengar sebuah bisyarah (kabar gembira).
Dan Maha Benar Allah Ta’ala yang berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang berkata Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka beristiqomah dengannya, maka para Malaikat akan turun kepadanya seraya berkata : “Janganlah kalian takut” Di mana kejadian itu? Di atas kasur ketika mereka akan meninggal, menurut salah satu pendapat. Atau tatkala mereka keluar dari alam kubur, sebagaimana pendapat yang lain dari para ulama tafsir.

“Janganlah kalian takut dan jangan pula bersedih. Berbahagialah kalian dengan surga yang telah dijanjikan untuk kalian” [Qs.Fushilat : 30] (sumber: siramanislam.com)

Allahu Akbar... Semoga kita dimatikan dalam membawa iman dan mati dalam khusnul khotimah

Aamiin ya Robbal'alamiin

Saturday, 10 February 2018

DO'A TOLAK BALA



BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
ASSALAMU’ALAIKUM.. WR.WB.

             Hay sahabat yang selalu setia membaca. Kali ini saya akan bahas tentang Do’a tolak bala.
Sehubung dengan akhir – akhir ini kita semua selalu dilanda bencana, maka dari itu kita selaku umat islam  hendaknya kita selalu mendekat kan diri kepad Allah SWT. Agar kita selalu dihindarkan dari segala marabahaya saya punya amlan yang mungkin bisa teman teman amalkan.
Mari kita bahas sedikit dulu tentang Do’a tolak bala ini..

         Doa tolak bala ialah beberapa bacaan dari kalimat-kalimat yang berisi dan bertujuan biar terhindar dari banyak sekali bencana baik yang sedang atau akan terjadi misalnya berupa bencana , penyakit , yang di sebabkan karena alam dan lain sebagainya. Dengan melaksanakan berdoa baik pada waktu-waktu yang di khususkan atau dalam qunut subuh dan nazilah , berharap biar keselamatan selalu menyertai.

            Namun selain di anjurkan untuk berdoa , juga di wajibkan berikhtiar dengan cara menyerupai menjaga alam , dan berlaku baik serta berhati-hati dalam segala aktivitas. Sebab nyatanya di sadari atau tidak , terjadinya sesuatu yang ada dalam kehidupan sebut saja salah satunya ialah longsor dan banjir yang menyebabkan pada krisisnya materi pangan , itu tidak lepas dari perlakuan insan itu sendiri.

            Antara bedoa dan beriktiar merupakan dua acara yang berkaitan pribadi serta menentukan dari keberhasilan , doa tanpa bekerja (berikhtiar) akan menjadi sia-sia dan begitu juga sebaliknya. Maka adanya pembahasan dari doa tolak bala merupakan suatu hal yang biar menjadi sebuah pengetahuan bahwa segala sesuatu terutama yang berafiliasi dengan bala harus benar di pasrahkan kepada sanga maha kuasa

           Sebenarnya dalam bacaan doa tolak bala yang mana kebanyakan di amalkan oleh umat muslim indonesia atau di luar sana , sangatlah bermacam-macam. Terutama terdapat jenis kalima-kalimat panjang dan pendek boleh memilih mana yang ingin di amalkan. Namun untuk kami sendiri di sini mencoba menulis sebagai mana yang lebih populer di amalkan di masyarakat menyerupai halnya bacaan doa di bawah ini.





Atau baca amalan ini, ini amalan dari guru kita semua yaitu Ust. Yusuf Mansyur.

(3x) بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bisa dibaca tiap pagi dan sore..

Sekian dari saya kurang lebih nya mohon maaf, semoga bermanfaat bagi para pembaca semuanya, dan semoga kita semua selalu dijauhkan dari segala marabahaya. Amiiiiin..

Tolong di Share dan Coment nya yaa....
Terimakasiih...

Friday, 2 February 2018

KUESIONER


MENURUT KALIAN YANG DI SEBUT SUKSES ITU APA SIH.??

Tolong jawab dikolom komentar ya.?
jangan pelit ilmu.!

KEAJAIBAN BERDO'A



BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM....
ASSALAMU'ALIKUM WR.WB.



Hay Apa kabar semua.??? Ya kali ini saya akan mebahas tentang kejaiban berdo’a.! Percaya gak kalian bahwa disetiap do’a selalu ada kejaiban.? Ok nih kali ini saya akan bahas terlebih dahulu do’a itu apa sih.??
DOA adalah permohonan atau permintaan tolong atas segala sesuatu yang dimunajatkan oleh seorang hamba kepada Tuhannya. Sebagai hamba memang sudah sepatutnya kita tidak boleh lalai untuk berdoa, memohon ampunan, serta mensyukuri segala nikmat-Nya.
Sebagai makhluk tentu manusia tak luput dari masalah. Dalam kondisi semacam ini acapkali manusia lebih mengandalkan sesamnya. Meminta bantuan orangtua, saudara, teman atau tetangga. Padahal, jika mau meminta kepada dzat sang pencipta, semua hajat akan dipenuhi. Tentu harus dibarengi dengan keyakinan, ketulusan dan tata cara yang benar.
Hidup adalah misteri tak terduga yang terjadi dengan pasti. Pasti ada banyak hal yang disembunyikan, pasti ada banyak hal yang akan terjadi kemudian, pasti ada banyak alur cerita tak terduga yang telah digariskan. Bak sebuah roda, hidup selalu berputar seiring berjalannya waktu tanpa mau berhenti. Perputaran roda yang tak pernah tahu kapan akan benar-benar berhenti, perputaran roda yang menyimpan banyak misteri. Naluri manusia pasti mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah roda terus saja berputar tanpa mengguncangkan isi yang ada di dalamnya. Allah, hanya Allah yang mampu membuat hal itu terjadi. Subhanallah, begitu indahnya, begitu luar biasanya.
Banyak hal yang kita inginkan dalam hidup, banyak kemungkinan yang kita harapkan menjadi mungkin, banyak semoga yang ingin segera tersemogakan. Hidup adalah rahasia, begitu pula doa. Ada saja takdir yang tak terduga terjadi seiring dengan ketidakmampuan kita untuk menerkanya. Ada saja takdir yang membawa keberuntungan sebagai balasan dari doa-doa yang tak henti kita panjatkan. Ada saja takdir yang mempertemukan kita pada seseorang tak terduga, sebagai jalan cerita kehidupan yang sebelumnya diukir dalam sebuah do’a
Doa adalah senjata terbesar yang dimiliki umat manusia. Doa adalah kekuatan yang mampu menghasilkan keajaiban. Kekuatan yang mampu merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kekuatan yang mampu memeluk jiwa-jiwa lemah agar lebih kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan. Kekuatan yang mampu menghangatkan hati-hati yang keras sehingga sedikit mencair bahkan tak lagi dingin.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186)
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan (doa) bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong diri dari beribadah (berdoa) kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al-Mukmin/Ghaafir: 60).
Begitu istimewanya doa, selain sebagai ibadah doa juga sesuatu yang Allah perintahkan untuk kita lakukan. Begitu istimewanya doa, dalam firmannya pun Allah menyuruh kita agar senantiasa berdoa, dan Allah berkata bahwa ia akan mengabulkannya. Begitu istimewanya doa, doa bisa menjadi perantara bagi Makhluk dan Sang Khalik agar lebih dekat, agar makhluk menyadari bahwa tiada Dzat yang mampu melebihi kuasa yang dimiliki Allah adza wajalla.
SELAIN berusaha, manusia diperintahkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Sebab semua terjadi atas kehendak Allah. Namun, tidak semua doa dikabulkan, meski Allah maha segala-galanya.
Allah memerintahkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam berdoa. Sebab doa tersebut menghalangi naik ke langit dan terkabul. Seperti dijelaskan dalam firman Allah,
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf : 55)
Rasulullah juga mengingatkan para sahabat akan datang orang yang berlebih-lebihan dalam berdoa.
“Dari umat ini akan muncul suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam hal berdoa dan bersuci.” (HR. Ahmad 20554, Abu Daud 96, Ibnu Majah 3864, Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini hasan).
Lantas, seperti apakah doa berlebihan yang dimaksud? Berikut penjelasannya yang diambil dari buku Doa Menembus Langit karya Hj. Fadillah Ulfa, Lc., M.A.
1.      Meminta hal mustahil
Misalnya meminta kepada Allah ingin hidup kekal hingga datangnya hari kiamat. Atau berdoa seperti, “Ya Allah jadikanlah aku 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga''.
2.      Meminta rinci
Berdoa seperti, “Ya Allah berikanlah aku istri yang cantik, kulit putih, tinggi 165, mata biru, rambut panjang, dan lain sebagainya.
3.      Mengandung dosa
“Janganlah kalian mendoakan kebinasaan terhadap diri kalian, janganlah kalian mendoakan kebinasaan terhadap anak-anak kalian, dan jangan pula kalian mendoakan kemusnahan terhadap harta benda kalian.” (HR. Abu Dawud).
4.      Suara tinggi dan keras
Sesungguhnya Allah Maha Dekat, dan bahkan lebih dekat dengan urat nadi manusia. Oleh karena itu saat berdoa, ucapkanlah dengan suara lembut dan pelan.



Sekian dari saya mudah - mudahan bermanfaat bagi kita semuanya. amiiiin..
Terimakasih Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Comen and share link..