ADA BEBERAPA KISAH TELADAN
Sahabat sekalian, berikut ini beberapa kisah para Nabi
dan sahabat yang mulia saat menyambut kematiannya. Kisah-kisah mereka penuh
teladan, sarat pesan dan menjadi bahan renungan.
1.
Kisah Ibrahim AS
Bercerita
Imam Muhasabi dalam kitab “Ar-Riayah” bahwa Allah berfirman kepada Nabi
Ibrahim, allaihi salam: ”Wahai kekasihku, bagaimana engkau menemukan
kematianmu?” Dia berkata: Seperti tusuk besi (yang dipakai untuk membakar
daging) yang diletakan di atas bulu yang basah, kemudian ditarik.” Kemudian
Allah berfirman, “Sungguh (yang demikian itu) telah kami mudahkan kematian
bagimu, Wahai Ibrahim.”
2.
Daud AS
Diriwayatkan
bahwa malaikat maut datang untuk menjemput Nabi Daud alaihi salam.
Daud berkata: “Siapakah engkau?” Dia menjawab, “kami yang tidak takut raja dan
tidak mengabaikan orang-orang kecil, kami juga tidak menerima suap”. Daud
berkata: “Jika demikian, anda adalah malaikat kematian?” Dia menjawab: “Ya”,
Daud balik berkata: “Kok, mendadak begini, aku tidak mendapatkan pemberitahuan
(terlebih dahulu)” Malaikat berkata: “Hai Daud, di mana sahabat-mu fulan? Di
mana pula si fulanah, tetanggamu?” “Mereka sudah mati”, jawab Daud. “Bukankah
itu pemberitahuan padamu untuk bersiap-siap.”
3.
Musa AS
Dikisahkan
bahwa Nabi Musa allaihi salam ketika jiwanya berangkat menuju Allah, Allah
berfirman: “Hai Musa, Bagaimana kau menemukan kematian?” Dia menjawab, “Aku
mendapati diriku seperti burung hidup yang digoreng di atas penggorengan, tidak
mati sehingga aku istirahat, dan tidak bertahan hidup sehingga aku terbang”.
Diriwayatkan bahwa Musa berkata: “Aku menemukan diriku sebagai seekor kambing
dikuliti oleh tukang daging dalam keadaan hidup”.
4.
Isa AS
Isa
putra Maryam, allaihi salam, berkata, “Wahai kaum Hawariyin, berdoalah
kepada Allah agar kalian dimudahkan pada saat syakrat (maut) ini” Diriwayatkan
bahwa kematian lebih berat dari tebasan pedang, gorokan gergaji dan capitan
gunting.
Rasulullah saw menggambarkan kematian
kepada para sahabatnya.
Diriwayatkan
dari Syahr bin Husyab dia berkata, Rasulullah saw ditanya tentang beratnya
kematian? Dia (saw) bersabda, “kematian yang paling ringan adalah seperti bulu
wol yang tercerabut dari kulit domba. Apakah mungkin kulit dapat keluar kecuali
bersama bulu-bulunya itu?”
1.
Abu Bakar As-shidiq RA
Ketika
Abu Bakar radiallahu anhu menghadapi hari-hari kematiannya, dia
sering membaca, “dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah
yang kamu selalu lari daripadanya” (Qur’an Surah: Qaaf 19).
Dia
berpesan kepada Aisyah, puterinya: “Lihatlah kedua pakaianku ini, cucilah
keduanya dan kafankan aku dengannya. Sesungguhnya mereka yang hidup lebih utama
menggunakan baju baru daripada yang sudah jadi mayit.”
Di
detik-detik menjelang kematiannya, ia berpesan kepada Umar dengan berkata, “Aku
berpesan padamu dengan satu wasiat, sebab tak mungkin engkau mendahuluiku.
Sesungguhnya Allah Maha Benar dengan tidak pernah membuat malam mendahului
siang, dan siang tak pernah mendahului malam. Sesungguhnya, tidak diterima
ibadah-ibadah sunah, jika yang wajib tak ditunaikan. Dan, akan diberatkan
timbangan (kebaikan) di akhirat bagi mereka yang menunaikan hak-hak di dunia.
Dan akan diringankan timbangan (kebaikan) seseorang di akhirat jika diikuti
dengan kebatilan.
2.
Umar bin Khathab RA
Ketika
Umar bin Khattab ditusuk oleh seseorang, Abdullah bin Abbas datang
menjenguknya, dia berkata: “Engkau telah masuk Islam saat orang-orang (lain)
masih kafir. Dan engkau selalu berjihad bersama Rasulullah SAW saat orang-orang
(lain) malas. Saat Rasulullah SAW wafat dia sudah ridha denganmu”. Umar
kemudian berkata, “Ulangi ucapanmu!” Maka diulang kepadanya. Dia kemudian
berkata, “celakalah orang yang tertipu dengan ucapan-ucapanmu itu.”
Abdullah
bin Umar, puteranya, berkata: waktu itu kepala ayahku di pangkuanku, saat sakit
menjelang kematian. Ayah berkata, “letakan kepalaku di atas tanah!” Aku
menjawab, “Bagaimana ayah, apakah tidak sebaiknya di atas pangkuanku saja.”
“Celaka kamu, letakan di atas tanah.” Ayah setengah membentak. Kemudian,
Abdullah bin Umar meletakannya di atas tanah. Umar berkata, “Celaka aku, celaka
juga ibuku, jika Tuhanku tidak menyayangi aku.”
3.
Ustman bin Affan RA
Setelah
ditusuk oleh orang-orang yang memberontak, hingga darah mengalir ke janggutnya,
Ustman berkata, “Tidak ada Tuhan selain Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau
sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, aku memohon
perlindungan-Mu, dan pertolongan-Mu atas segala persoalanku, dan aku memohon
pada-Mu diberikan kesabaran atas ujian ini.”
Setelah
ia akhirnya wafat, para sahabatnya membuka lemari yang terkunci. Mereka
mendapatkan satu kertas yang tertulis begini: “Bismillahirrahman ar-rahim,
Ustman bin Affan bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tak ada sekutu
bagi-Nya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dan bahwa syurga
adalah benar (adanya). Dan bahwa Allah kelak akan membangkitkan setiap yang
dikubur pada hari yang tidak ada lagi keraguan padanya (kiamat). Sesungguhnya Allah
tidak pernah mengingkari janji-Nya. Atas nama-Nya kita hidup, atas nama-Nya
kita mati dan atas nama-Nya pula kita akan dibangkitan, insya-Allah.”
4.
Ali bin Abi Thalib RA
Setelah
ditusuk, Ali radiallahu anhu berkata: Apa yang sudah dilakukan
terhadap orang yang menusukku? Mereka menjawab, “kami telah menangkapnya”. Ali
berkata, “Beri makan dan minum dia dengan makanan dan minumanku. Jika aku
hidup, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Jika aku mati, maka
pukulah dia sekali pukul saja, jangan kalian tambahkan sedikitpun.”
Kemudian
Ali berpesan kepada Hasan, puteranya, agar memandikannya. Ali berkata, “Jangan
berlebih-lebihan dalam mengkafaniku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda, janganlah bermewah-mewahan dalam berkafan sebab yang demikian itu
menghimpit dengan keras.”
Kemudian
Ali berpesan lagi: “Bawalah aku di antara rakyat. Jangan terlalu cepat, juga
terlalu lambat. Jika aku memiliki kebaikan, niscaya (dengan membawa aku ke
hadapan mereka) kalian telah mensegarakan aku menuju kebaikan itu. Jika aku
memiliki keburukan, kalian telah mengantarkan aku untuk bertemu dengannya
sebelum aku dihisab.”
Sekian dan terimakasih semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Amiiiin...
JANGAN LUPA SHARE LINK YA..

