BISMILLAHIRRAHMANIRRAHI...
ASSALAMU’ALAIKUM
W.R.B
Pada
hari ini bertepatan pada Malam Kamis (Rabu 31 Januari 2018) terjadi gerhana
bulan total, maka dari itu umat islam dianjurkan melakukan beberapa amalan
ibadah pada saat terjadinya gerhana bulan ini. Adapun amalan – amalan yang harus
dilakukan adalah sebagai berikut.
1.
Melakukan Shalat sunah Khusuf
Shalat
gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf ( الخسوف ) dan juga kusuf ( الكسوف ) sekaligus. Secara bahasa,
kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang sama. Shalat gerhana matahari dan
gerhana bulan sama-sama disebut dengan kusuf dan juga khusufsekaligus.
Namun
masyhur juga di kalangan ulama penggunaan istilah khusuf untuk gerhana bulan
dan kusuf untuk gerhana matahari. (Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu oleh
Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 2 halaman 1421)
Kusuf adalah
peristiwa dimana sinar matahari menghilang baik sebagian atau total pada siang
hari karena terhalang oleh bulan yang melintas antara bumi dan matahari.
Khusuf adalah
peristiwa dimana cahaya bulan menghilang baik sebagian atau total pada malam
hari karena terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang berada di
balik bumi dan matahari.
Shalat gerhana matahari dan bulan dikerjakan
dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW. mengerjakannya
dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh
hadits Aisyah ra.
Shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan
azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz “Ash Shalatu
Jamiah“. Dalilnya adalah hadits berikut: Dari Abdullah bin
Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW. mengutus orang yang
memanggil shalat dengan lafaz: Ash shalatu jamiah”. (HR. Muttafaqun
alaihi).
Namun shalat ini boleh juga dilakukan dengan
sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).
Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum
melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan
berjamaah
Shalat ini juga dilakukan dengan khutbah menurut
pendapat Asy Syafi`i. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan
Idul Adha dan juga khutbah Jumat.
Dalilnya adalah hadits Aisyah ra.
berkata,”Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri
dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda,”Sesungguhnya
matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah
SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau
kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan
berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)
Dalam khutbah itu Rasulullah SAW menganjurkan
untuk bertaubatdari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah,
doa dan istighfar (minta ampun).
Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa dalam shalat
ini disunnahkan untuk diberikan peringatan (al-wa`zh) kepada para jamaah yang
hadir setelah shalat, namun bukan berbentuk khutbah formal di mimbar.
Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah juga tidak mengatakan bahwa dalam shalat gerhana
ada khutbah, sebab pembicaraan nabi SAW setelah shalat dianggap oleh
mereka sekedar memberikan penjelasan tentang hal itu.
2.
Perbanyak Dzikir
Dzikir ini dilaksanakan pada saat gerhana berlangsung.
Dzikirnya bebas mau apapun yang penting niat kan dalam hati mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Bacaan – bacaan dzikir banyak diantara sperti Takbir, Tasbih,
Tahlil, Tahmid. DLL...
3.
Bersedekah
Selain dzikir Umas islam dianjurkan untuk melakukan
Sedekah pada saat terjadinya gerhana. Adapun sedekah yang diajurkan itu bebas
mau berupa apa saja yang penting Ikhlas dan niatkan dalam hati (Karena Allah
AWT).
Dan
masih banayk lagi amalan – amalan yang harus dilakukan pada saat terjadinya
gerhana, mungkin cukup sekian mudah – mudahan bermanfaat bagi semuanya...
amiiin..
Share
and komen...






